Anda akan berdonasi untuk Kampanye
Kado Ulang Tahun Air Untuk Anak-Anak di Sikka, NTT

Share donasi Anda dengan mengklik salah satu pilihan di bawah ini

TARGET DONASI

Rp 30.000.000

DESKRIPSI

Halo! Saya Reni G. Situmorang, you can call me Reni or Rege πŸ™‚

Ijinkan saya bercerita panjaaaaaang sekaliiii disini ya teman-teman. (Semoga kalian tetap sabar dan mau meluangkan waktu membacanya hingga titik terakhir :D)

Menjelang pergantian usia saya di tahun ini, saya disadarkan oleh banyak hal.

Salah satunya saat ada seseorang yg melihat anak-anak muda jaman sekarang yg sungguh luar biasa kehidupannya berceletuk “Umurnya masih 20 aja sudah jadi produser ya, blablablabla” Lalu saya merasa β€œJleeebb.. ni orang pasti ngomong buat saya!” Apalah saya yg umurnya sudah lebih dari mereka tapi ya hidupnya sebegini aje ye kaan (tapi tetap bersyukur koq).

Lalu entah mengapa juga sejak beberapa bulan yg lalu, saya juga selalu teringat dg sesosok wanita tangguh berhati lembut di salah satu film yg saya tonton sudah beberapa tahun yg lalu. Beliau adalah ibunya si SJ (yg diperankan dg sangat ciamik oleh madam cantik Sandra Bullock) di Film yang berjudul The Blind Side. 
Ahh, entah harus mulai cerita ini dari mana..
Jadi ya, intinya mah waktu dulu kala (berasa tua banget ga sih saya? hahaha) waktu saya nonton film ini, saya langsung jatuh cinta dg sosok wanita itu (yg membuat sisi super sensitive melankolis saya langsung mengeluarkan cucuran air mata setiap kali menontonnya hahaha). Dan seingat saya, saya langsung bergumam dalam hati (mungkin bisa dibilang seperti bicara dg Tuhan sih ya) “Tuhan, aku pengen deh jadi seperti wanita itu. Hatinya luar biasa, mana cantik pula. Semuanya kalau boleh, sama kesuksesannya dan keluarganya supaya bisa mendukung aku jd wanita yg baik yg punya hati seluarbiasa itu.” Hahahhaa sempurna sekali permintaannya ya. 
Sebenarnya kalau boleh dibilang sosok wanita ini sih mirip mamaku versi dulu sih. Kenapa saya bilang mirip mama, karena mamaku ya gituu. Punya hati yg luar biasa kalau menurutku. Beliau akan selalu berusaha membantu orang-orang disekitarnya. Hal paling luar biasa menurutku dulu sih, mama bisa kasih pinjam uang (atau kalau lagi ga punya uang cukup ya bahkan kasih pinjam berupa “barang” yg dia punya aja) ke orang yg benar-benar dirasa butuh bantuan, apalagi kalau soal untuk biaya hidup dan pendidikan. Bahkan seringnya duitnya or itu barang ga pernah balik sih. Dan mama ga pernah nyesel apalagi minta orang itu untuk mengembalikannya. Kalau diingat-ingat, malah dulu kita anak-anaknya yg masih ingusan ini dan saudara-saudaranya yg suka sewot. Dan kalau kita lagi teringat dan nanya, mama cuma bilang “Ya kalau dikembalikan syukur, kalau enggak ya sudahlah.” Etdaaaahh. Sebenarnya perekonomian kita bisa dibilang juga bukan kalangan menengah ke atas sih.. tapi ya cukup aja dan selalu bersyukur dg yg ada, plus didukung dg fasilitas dari perusahaan tempat papa bekerja (thank God).

Nah, balik ke wanita di film tadi, dan aneh tapi nyata (ga ada angin ga ada hujan kalau kata orang-orang hehehe), saya sudah lama ga menonton lagi film itu (krn saya sudah ga tau lagi dvdnya ada dimana) entah mengapa loh ya sosok wanita itu tiba-tiba terngiang-ngiang lagi di ingatan ini, akhir-akhir ini.
Mungkin seperti ada teguran atau peringatan dari Tuhan (mungkin ya) tentang kerinduan saya di masa itu, yg ingin sekali suatu saat nanti bisa bekerja bagus, jadi orang sukses, punya suami yg sukses juga dg hati yg mau mendukung sang istri. Intinya suaminya yg mau dan bisa (secara finansial dan hati) ngedukung si istri yang kerinduan hatinya bm banget dah utk jadi berkat buat keluarganya dan banyak orang (Lalu muncul pertanyaan: Lah, koq suaminya harus sukses sih? Ya karena menurut hematku sejauh ini, dia yg akan mendukung saya untuk bisa menolong orang lain dalam hal dana yang utama hahahaa. Moso ntar orang bilang soksok mau nolong padahal sedarinya diri sendiri perlu ditolong. Kan gituuu. Tapi, lalu seketika saya tersadar siapalah saya sekarang ini. *perih). Atau mungkin ini hanyalah kegalauan di usia yg memasuki usia ambang batas tapi kejayaan masih sebatas. #duhmakinlah sedih (maaf ya, saya malah jadi curcol – kalau kata adik-adik jaman sekarang. caileh. hahaha)

Oke, next. Ditengah perenungan hidup ini, tetiba juga saya (entah mengapa sih semuanya seakan segaris dan memang tiba-tiba muncul dipikiranku yg kecil ini) teringat suatu kegiatan dijamannya (lupa entah kapan itu) ketika banyak artis yg melakukan aksi cukur rambut untuk jadi relawan mencari dana. Dan dulu pun saya ingin sekali ikut itu karena jaman itu cukup banyak orang yg bilang rambut saya bagus kaya iklan shampo (mayan, pernah dipuji juga hahaha – sejujurnya sekarang sih rambutnya biasa aja soalnya sudah terkontaminasi air dan kehidupan di kota besar hiks) yg membuat keinginan saya waktu itu jadi semakin ingin sekali ikut kegiatan itu. Karena merasa harusnya saya bisa ikut kasih sumbangsih lewat hal yg selama ini jd salah satu (dari sedikit) kebanggaan yg saya punya. Tapi apa lah daya, waktu itu kalau tidak salah saya pun baru tau ada acara itu pas dihari H kegiatan berlangsung di Jakarta (saat itu saya masih kuliah di Bandung) sehingga saya harus menguburkan keinginan saya sambil terkesima dg hasil pengumpulan yg didapat. Ya iya lah ya waktu itu yg ikut kegiatan banyak artis dan yg paling banyak mengumpulkan dana mas Edi Brokoli kalau tidak salah. πŸ™‚

Naah, secara ajaib jugaaa entah mengapa beberapa bulan lalu saya melihat profil Wahana Visi di Instagram, lalu mulai mengikutinya (aka jadi followers sejati, yg selalu update berita-beritanya dan instastorynya tentunya πŸ™‚ ). Sampai dititik saya kepikiran untuk “ulang tahun saya tahun ini (di usia yang udah tuek ini tapi belum jadi apa-apa ini #hiks) pengen buat sesuatu ah. Tapi apa yaa?”
Dan bagai gayung bersambut (#eaak) , ketika saya melihat salah satu instastory wahana visi, terpikirlah untuk ikut kegiatan Birthday Fundraising. Kemudian muncul program “Air Bersih Untuk Sikka” ini, membuat tekad untuk melakukan hal baik ini semakin bulat dan terasa semakin memungkinkan untuk dilakukan.

Kenapa? Kenapa program Air Bersih Untuk Sikka ini saya pilih, karena bagi saya air bersih itu sangat penting. “Saya ga masalah tinggal di kota kecil atau pedesaan asal akses air bersihnya bebas dan banyak. Saya ga kebayang sih kalau harus hidup dg air yg terbatas atau dibatas-batasi, apalagi kotor.” Saya teringat dahulu kala (#tua beud yak? hahaha) pernah mengatakan hal tersebut ke salah satu teman saya ketika kami sedang bercerita membahas mengenai panggilan hidup ingin tinggal didaerah mana suatu hari nanti, perkotaan atau pedesaan. (Agak sok berat pembahasannya ya, waktu itu, dikala sisi kemahasiswaan yg idealis itu berapi-api. hahaha) Karena menurut saya air bersih itu sangat perlu. Untuk saya minum, masak, untuk bersih-bersih, untuk saya mandi (yg saya sadari kalau saya ga bisa mandi dg hanya seember air), intinya untuk kehidupan saya. Saya ingat kalau saya tidak suka dibatasi dalam menggunakan air (justru agak sedikit boros sih bisa dibilang). Cukup panjang sih waktu itu penjabaran saya. Dan sangat banyak alasan yg membuat saya sampai mengeluarkan statement tersebut, bahwa hal yg paling penting buat saya adalah air.
Sementara itu saya baru diberi tahu kalau ada banyak anak-anak di Sikka, NTT yg biasa berjalan 3-4 kilometer setiap harinya ke mata air yg keruh untuk mengambil air keperluan sehari-hari mereka dg membawa berliter-liter jeriken air. Terkadang mereka juga harus terlambat sekolah, ada juga yg terkena penyakit diare karena air yang kotor.
Itulah kenapa saya katakan bagai gayung bersambut, rasanya semesta dan Tuhannya mendukung saya untuk melakukan hal baik ini. Katanya kan, hal baik ga boleh ditunda-tunda. πŸ™‚ heheheee

Soooo, untuk itulah, di ulang tahun saya (yang tak lagi muda-muda banget) tahun ini sejujurnya saya ingin sekali dapat kado dari teman-teman (#ngarep ceritanya hahaah) Tapi, tahun ini saya lagi ga pengen terima kado berbentuk barang (kecuali menyematkan cincin berlian di jari ini ya #duh πŸ˜€ *ngakaksendirisaya). Jadi, saya berharap teman-teman dan keluarga mau membantu saya untuk mengumpulkan kado berupa uang untuk membantu anak-anak di Sikka, NTT mendapatkan akses air bersih.
Setiap Rp100.000 uang yg kita kumpul sudah membantu pembuatan pipa air untuk mereka sepanjang 1meter.

Oh iya, sebelumnya saya juga sempat punya niat men-challenge diri saya. Mungkin sebagian teman-teman ada yg pernah ikut membantu memberikan voting di instastory saya mengenai hal apa yg paling teman-teman inginkan untuk saya lakukan. Pilihannya melakukan squat sebanyak mungkin atau potong rambut sependek mungkin. Dan hasilnya ternyata 72% memilih challenge agar saya MEMOTONG RAMBUT SEPENDEK MUNGKIN. Untuk itulah, bagi saya,
RP 1.000.000 = 10m PIPA AIR = 1cm RAMBUT
(setiap Rp 1.000.000 dana yg terkumpul akan setara dg 10meter pipa air bersih untuk anak-anak di Sikka dan sama dg 1cm rambut saya yg dipotong.)

Nah, dikesempatan ini saya punya mimpi bisa membantu dana yg cukup banyak dg bantuan hadiah dari teman-teman dan keluarga semua. πŸ™‚ (*sebelumnya jangan lupa juga untuk ikut membantu saudara-saudara kita yang terkena musibah gempa di Lombok dan Bali, baik lewat doa & juga dana ya teman-teman)

Untuk itu, yuk bantu saya untuk kasih kado anak-anak di Sikka, NTT. 

Masukkan nominal donasi:

Rp

DONATUR

Gracia Thomas

Rp 20.000

Imelda Silalahi

Rp 100.001

linang munte

Rp 100.000

Intan Sinaga

Rp 200.000

Yanti Erna

Rp 100.001

hendrick s

Rp 150.000